AKU TAK PERNAH BERJODOH DENGAN NAMA RINTO POKOKNYA !
Dulu tahun 1979an, saat Iis Sugianto booming dengan lagu bernada cinta, aku bencinya setengah mati.
Saat itu sebagai mahasiswa fakultas hukum yg idealis, lagu yang bagus adalah lagu bernada kritik kemapanan seperti lagunya Leo Kristi, Iwan Fals (maaf sekarang tidak lagi sejak menjual diri kepada pemerintah!).
Dalam salah satu lagu Iis, aku lupa judulnya, terdapat kata sayang sampai 15 kali.
15 kali !
Bayangkan !
Aku langsung menyalahkan Rinto Harahap sebagai pencipta lagu cengeng yang tidak berjiwa patriot.
Masak sih dia tidak bisa mengarang lagu tentang nasionalisme dan keindahan Indonesia, umpamanya.
Aku bahkan melawan arus selera sejak kuliah.
Aku tak pernah lagi mau mendengarkan lagu2 ciptaan Rinto Harahap, praktis semua lagu indonesia, karena ternyata semua lagu indonesia diciptakan kebanyakan oleh Rinto Harahap, dari mulai Nia Daniati, Christine Panjaitan, Hetty Koes Endang, sampai Rita Butar2.
Begitu bencinya aku pada Rinto Harahap, padahal aku kenalpun tidak.
Setiap suara Iis menyebut sayang berulang ulang, aku berasa mau muntah.
Kasihan Rinto Harahap, begitu kubenci padahal kesalahannya hanya mencipta lagu cinta.
Sejak saat itu aku beralih menyukai lagu barat, selain keren dan bisa dianggap pintar bahasa inggris, menurutku syairnya juga lebih berbobot walau sama2 menyuarakan tentang cinta.
Yah begitulah, pokoknya aku tak suka Rinto Harahap, titik !
Dalam mencari pacarpun aku selalu menghindari laki2 bernama Rinto, yah karena Rinto Harahap itulah.
Tahun 1987 saat aku baru menikah, kami kost di Manggarai Selatan, diperumahan pegawai PJKA.
Keluarga pemiliknya baik sehingga hubunganku dengan pemilik rumah juga baik, dari mulai anak, cucu sampai keponakan.
Ada keponakan pemilik rumah yg akrab dengan aku dan suamiku, namanya Rinto.
Laki2 bertubuh pendek itu saking dekatnya bahkan berani meminjam uang berkali kali.
Sebetulnya kami, aku dan suamiku tak rela, maklum gajiku masih sangat kecil, tapi apalah daya, selain tak tega kami juga merasa tidak enak menolaknya karena kami kan cuma numpang tinggal disitu.
Rinto juga kerap mengambil barang, istilahnya suamiku "meminjam tanpa ijin" tanpa mengembalikan.
Sekali dua kali masih dikembalikan walau berbulan2, ketiga kalinya dia pinjam uang rp. 25 ribu, (saat itu mungkin sekitar rp. 250 ribu nilainya karena kost ku saja saat itu masih rp. 50 ribu sebulan), Rinto langsung menghilang.
Aku sempat menangis karena tak rela uangku hilang. Saat itu aku mulai hamil si sulung, jadi kami betul2 butuh uang.
Kehamilanku yang pertama ini benar2 memberatkan.
Sepanjang hari mual, sampai usia kandungan 7 bulan aku masih tak sanggup makan dg normal, lebih banyak muntahnya.
Anehnya selama hamil yang kuinginkan hanya makanan enak dan mahal.
Pernah aku minta dibelikan hamburger, pizza kadang steak, setelah dibelikan aku malah cuma memandangi dengan penuh nafsu tanpa menyentuhnya sama sekali karena aku tidak doyan.
Saat lahir oleh bapak mertuaku si sulung diberi nama Rintoadi Putrojati, artinya anak pertama Rita dan Bintoro, yang tampan.
Aku tak sadar tersangkut nama Rinto yang kubenci, yang sering membohongiku dan membawa lari barang2 dan uangku.
Saat kami sadar, suamiku pernah berkata dengan was2 " ini anak kok namanya sama dengan sipenipu kampret itu ya bu? Ada apa2 gak ya nantinya?"
"Insha Allah gak ada apa2 pak.
Dia kan bukan anaknya si kampret itu, gak bakalan mirip lah sifatnya, gak ada kaitannya kok.
Kita banyak2 saja berdoa sama Tuhan pak." Kataku bersikap sok bijak.
Semua dianggap angin lalu.
Doapun tak pernah dipanjatkan, maklum saat itu kami penganut aliran kepercayaan, maksudnya percaya pada Islam tapi tak pernah menjalankan perintahNYA, kecuali perintah naik haji.
Kalau si sulung sekarang jauh dan kuanggap tak ada lagi didunia ini, rasanya karena aku memang tak pernah berjodoh dengan nama Rinto.
Rasanya saat mengandung dulu aku dan suamiku lupa bilang amit2 setiap teringat sakit hati "dikemplang" Rinto.
Wallahualam bissawab.
Tapi aku yakin pasti, aku tak pernah suka nama Rinto.
Sampai kapanpun.
Hatiku yakin tentang hal itu.
Komentar
Posting Komentar