CALON MANTU GAGAL

Dear Diary,
Aku tuh punya teman FB namanya T.Erwan.
Dia rajin mengomentari statusku apalagi kalau aku menulis status tentang si bungsu.
Dengan terus terang dia bilang ingin memperistri si bungsu.
Whattt ?
Dia kan sudah punya istri.
" Gak apa2 mom kan islam membolehkan poligami."
Dengkulmu atos poligami.
Jadilah secara sepihak kalau koment dia selalu mengangkat dirinya sebagai "calon menantu " ku.
Walau aku ingin mites anak ini, aku kan gak mungkin ngomel di FB, itu  bisa merusak imageku sebagai wanita yang penyabar dan bijaksana, jadi aku palingan ha ha he he saja.
Lama2 aku didapuk  oleh Erwan sebagai " ibu mertua " , dan aku dengan ceria juga mengangkat dia sebagai " calon mantu gagal ".
Lama2 aku bisa paham kalau dia itu suka bercanda, sekalian belajar jadi play boy aku menebaknya.
Susah buat marah sama anak ini karena pengetahuannya luas, dia juga rajin menelponku hanya untuk mengajariku tentang NU, salafy dan wahabi.
Besok dia ingin menerangkan tentang radio Roja, Fajri dan Suriah.
Pokoknya kalau aku belum mengerti dia akan tetap berbusa2 menerangkan.
Sekali menelpon dia bisa  berjam2, untungnya bukan aku yang menelpon, bisa habis jatahku untuk menonton film baru di bioskop.

Dear Diary,
Suatu hari saat dia meminta nomor telpon sibungsu kuberi dia nomor telpon +6281240428039.
Sesuai dugaanku dia langsung respon secepat kilat melalui WA.
Erwan : " Eh mom?  Itu tadi nomer si bungsu beneran? "
Karena aku orang yang jujur banget maka kujawab : " Bukan...itu nomor nya Neneng...yang coba2 nipu ibu pakai cara mama minta pulsa😔, dia bilang namanya Neneng."
Erwan : "Oh .....Tega mom sama calon mantu"
" 😀 ...ibu kan memang wanita kejam.."
Erwan : "  Mertua biadab "
"  Ya sudah...nih nomornya 082394860227, coba ini."
Kuberi dia nomor baru, soalnya gak enak juga dibilang mertua biadab kan ?
Erwan : " Nomor siapa lagi tuh mom ?"
" Nomor Neneng penipu juga ..."
Erwan : " Ya Robbi ya karim Tuhan YME..."
Aku cuma bisa tertawa sambil.
membayangkannya mimik Erwan..😀😀😀
Erwan : " Beneran ini tega ama mantu mom?"
Karena aku gak tega, benar2 gak tega, kuberi dia nomor baru..." ya  wis lah...nih nomor 08131688****....besok ya jam 8 an telponnya, jangan sekarang...vani jam 8 biasanya baru bangun soalnya. Sudah ah Erwan ...ibu mau bobo dulu....😀 bahagia hari ini bisa ledekin calon mantu gagal.😀... bye Erwan....
Erwan : 😄...😙
" Jangan lupa besok ya....diatas jam 8.😡 "Erwan : " Ya mom...terima kasih."

Dear Diary,
Aku tidur nyenyak Dear diary, membayangkan Erwan menelpon entah siapa menanyakan si bungsu.
Tapi sayangnya aku sempat bermimpi, seperti waktu dulu, saat aku masih gadis dan rajin memberikan nomor telpon Menlu Adam Malik yang kuperoleh dari buku telpon Elnusa kepada orang2 yang telah capek2 mengantarkanku pulang kerumah tapi tak ingin kutemui lagi.
Setiap kenalan aku selalu memakai nama Yayah, selalu memberi nomor telpon Adam Malik setiap ada yang meminta nomor telpon.
Jaman dulu kan belum ada HP.
Kadang ada juga sih yang teliti dengan kode area dan menanyakan kembali, tapi aku dengan wajah luguku dengan meyakinkan bilang bahwa itu nomor telpon khusus, jadi nomornya tetap dipakai walau sudah pindah dari Jakarta.
Pernah aku hampir ketangkap basah.
Saat sedang belanja diwarung bang Adih ada mobil keren diparkir dirumah Yayah, hampir agak diseberang warung bang Adih.
Kulihat seorang pemuda tampan sedang ngotot dihadapan banyak orang.
" Semalam saya mengantarkan Yayah sampai depan rumah sini, tapi bukan ini yang namanya Yayah."
Didepannya kulihat Yayah agak bingung.
" Tingginya tidak sama, kulitnya putih tapi wajahnya jauh beda." katanya.
" Kalau dikampung sini yang namanya Yayah ya cuma ini," katanya mpok Fatimah ibunya Yayah " mungkin gelap kali jadi salah lihat."
Mpok Fatimah agak memaksakan anaknya sebagai orang yang ditemui si keren itu.
" Bukan kok bu. Ya sudah, terima kasih ya, saya pamit." si keren itu masuk mobil dan berlalu.
Aku sangat mendengar percakapan itu karena aku sengaja menguping.
Seandainya aku tidak sedang pakai sandal jepit yang sudah mau putus dan memakai kaos dekil, aku pasti sudah mendatangi pemuda itu dan meminta maaf sambil tetap mengaku bernama Yayah, ehm...namaku kan memang ada Yayahnya...Rita Restiowatie Handayaningsih..
Semalam dipesta ulang tahun temannya teman rasanya kulihat pemuda itu gak ganteng2 amat, nafasnya bau rokok dan suka mengupil, makanya aku mengaku bernama yayah karena gak sesuai kriteriaku.
Ternyata malam berbeda dengan siang.
Aku ingat sekali Dear Diary, itu kali terakhir aku memakai nama Yayah.
Yah pokoknya hari ini aku bahagia.
Terima kasih Tuhan telah memberikan kebahagiaan buatku...
Terima kasih Erwan....
Terima kasih Yayah...

Komentar

Postingan Populer