AKU JATUH CINTA (LAGI) PADA BENEDICT
Dear Diary,
Sudah 2 minggu ini aku ingin sekali menonton film Doctor Strange.
Mulanya ingin nonton bareng si bungsu, apa daya si bungsu sudah nonton film itu dengan pacarnya yang tidak kuketahui namanya, si bungsu hanya bilang namanya “ Si Medit “.
Terpaksa aku nonton film itu sendirian, hari ini, Selasa tanggal 15 November 2016.
Kalau ada bintang film tidak ganteng tapi enak dilihat, mungkin itulah Benedict Cumberbatch.
Matanya menjorok kedalam terkesan pandai sekaligus licik, mirip ciri2 penjahat type Lombroso, itu ciri penjahat yang “ biasanya “mempunyai mata agak menjorok kedalam.
Badannya sih tinggi dan kekar, enak buat mengalungkan tangan dilehernya kelihatannya.
Sayangnya ya itulah, gak tampan.
Mungkin karena aku kasihan melihat perannya di film itu yang dibanting2 dan terbanting2 terus, membuatku jadi jatuh cinta.
Mungkin karena mas Benedict ini menyukai humor garing, persis sepertiku.
Atau mungkin juga karena melalui perannya di film itu, cita2ku dulu untuk menjadi dukun atau penyihir seolah2 terjembatani melalui mas Benedict-ku.
Entahlah, yang jelas rasanya aku bakalan menggandrungi dan menonton semua film2nya.
Rasa cintaku pada duo botak Vin Diesel dan Jason Statham memang sudah lenyap sejak aku tahu bapak kandungnya Dini, anak angkatku juga berkepala botak.
Rasanya sedih dan gak lucu kalau aku mengidolakan duo botak itu lagi, bisa2 anak angkatku bahagia setengah mati menyangka aku juga pasti menyukai dan mencintai bapaknya karena sama2 botak.
Ingat Dear Diary, gosip itu berbahaya.
Jadi begitulah, aku tak lagi menyukai duo botak itu lagi untuk menghindari gosip.
Pokoknya, sejak aku menonton filmnya mas Benedict ini, idolaku kepada duo botak itu lenyap tak bersisa lagi.
Yah, ini jatuh cintaku entah yang keberapa puluh kali setiap habis menonton film yang menarik.
Mudah2an mas Benedict-ku bisa berakting dengan baik, itu doaku saat film Doctor Strange berakhir.
Dear Diary,
Sepulang menonton, sambil menunggu hujan deras, aku makan di Kembang Lawang.
Kutengok kanan kiriku, semua berpasang2an.
“ Bunda mau langsung pesan atau masih menunggu yang lain ?” kata pelayan.
“ Hah ? Nunggu siapa ? “ aku balik bertanya dengan linglung.
“ Mungkin bunda masih menunggu teman atau mau langsung pesan makanan ? “
“ Langsung pesan saja mbak. “ kataku tegas dan terburu2.
Pikiranku yang masih membayangkan action mas Benedict membuatku ingin menjawab dengan linglung “ Nunggu mas Benedict mbak, tapi dia lagi di London nungguin istrinya habis lahiran.”
Untung aku ingat tepat pada waktunya dan buru2 menutup mulutku dengan sapu tangan merahku.
Jadi Dear Diary, aku makan sendirian sambil membayangkan mata tajam dan liciknya mas Benedict-ku memperhatikan aku makan cumi goreng cabe rawit, tempe mendoan dan cah kangkung bawang putih.
Dear Diary, kalau pepatah bilang “ dari mata turun ke hati “ rasanya aku sering mengalami setiap habis menonton film, itulah kenapa aku gak pernah mau menonton film yang aktornya kurus dan maaf, berkulit hitam.
Semua mantan suamiku kan kurus dan kulitnya hitam, untuk apa pula aku lihat aktor2 yang kurus dan berkulit hitam seperti mantan suamiku?
Jadi, nampaknya jatuh cinta setiap habis menonton film itu sudah jadi kebiasaan buatku.
Dulu saat film Pretty Women diputar, aku tergila2 pada Richard Gere dan matanya yang selalu tersenyum.
Aku sampai 5 atau 6 kali menonton film itu di bioskop, selalu menangis dan selalu membayangkan ingin menjadi Julia Robert.
Waktu film Breaking Dawn dan sekuelnya sedang diputar, belum lagi buku2nya juga bagus, aku sampai sempat ganti nama menjadi Rita Cullen, itu lho, Edward Cullen adalah vampire ganteng yang diperankan Robert Pattinson.
Ketiga anakku meledekku habis2an dan menggantinya menjadi Rita Culun.
Apa peduliku, pokoknya namaku Rita Cullen.
Namaku kembali seperti semula setelah si tengah dan si bungsu kompak mencari tahu kebiasaan2 buruk Robert Pattinson, dari mulai kebiasaannya yang jarang mandi dan gosok gigi, lengkap dengan photo Robert Pattinson sedang tertawa dengan gigi kuningnya, photo saat Robert Pattinson sedang korek kuping pakai tangannya sampai kepalanya miring2, apartemennya yang berantakan dengan baju2 kotor dan komentar2 teman2 lamanya bahwa Robert Pattinson sangat bau badan sekali karena sangat jarang mandi.
Sebagai pencita kebersihan langsung saja cintaku pada Robert Pattinson lenyap tak berbekas.
Dear Diary, aku tak tahu seperti apa kehidupan mas Benedict-ku sehari2, aku toh barusan lihat dia jadi belum tahu pribadinya.
Mudah2an mas Benedict-ku anak yang soleh, rajin beribadat apapun agamanya, rajin mandi dan gosok gigi, serta sayang keluarga.
Cuma itu saja harapanku untuk mas Benedict Dear Diary...
Komentar
Posting Komentar