INI CERITA YANG TERTINGGAL TENTANG COWOK KECIL ITU...
HARI MINGGU, 3 SEPTEMBER 2017
Dear Diary.
Ini hari pertama aku tidak sholat malam sejak aku berusaha menjadi orang baik.
Lha bagaimana aku mau sholat kalau sampai jam 02.30 cucuku masih saja tidak mau tidur sejak datang.
Aku bisa maklum, ini memang pertama kali dia datang kerumahku setelah 15 bulan hilang dari peredaran dan mendekat dengan keluarga menantu play boyku.
Entah dia takut tidur dikamarku, entah dia takut melihat wajahku dengan rambut panjang awut2an dan mata merah mengantuk.
Rasanya baru sekejap mataku menutup, adzan subuh sudah berkumandang.
Walau aku sepelan mungkin bergerak dikamar dan sholat subuh, tapi tetap saja cowok kecil itu bangun dan...menangis keras2 melihatku memakai mukena putih sedang sholat.
Ada rasa tersinggung didalam hati melihat dia menangis; apakah wajahku semenakutkan itu sampai dia menangis menjerit jerit?
Aku juga khawatir, tetangga kepoku menduga aku menculik anak mengingat mereka tahu aku tidak suka anak kecil dan tidak pernah kedatangan anak kecil.
Dear Diary,
Pokoknya ini hari yang berat buatku karena harus mengejar2 cowok kecil itu keseluruh penjuru rumah, untungnya Dini libur sekolah dan aku bisa bergantian mengejar2.
Kalau sudah begini, aku ingin sekali punya rumah kecil dengan hanya 3 atau 4 kamar saja.
Bayangkan saja dia terus2an main ciluk ba kesetiap kamar.
Tangga menuju ruang atas bahkan kutaruh kursi bertumpuk2 agar tidak bisa dilalui.
Aku tidak sholat malam lagi Dear Diary, aku langsung ambruk begitu menyentuh bantal.
HARI SENIN, 4 SEPTEMBER 2017
Dear Diary,
Ini hari kedua cowok kecil itu menginap dirumahku.
Hari ini dia tidur jam 7 malam.
Alhamdulilah, aku jadi bisa menonton drakor Empire of Gold.
Ternyata cowok kecl itu jam 12 malam bangun dan kembali mengajakku main perosotan.
Saat aku menolak, dia beralih ke mobil2an kecil.
“ Emakkkk....yuuuk....yuk.......yuk..emak...” rengeknya.
“Ya ampun Daru, walau grannymu matre dan suka mobil, tapi bukan mobil2an kecil seperti ini nak, grannymu belum terlalu stres sampai main mobil2an karena yang besar tidak terbeli”, aku menggerundel dalam hati.
Kubujuk cowok kecil itu agar tidur, yah paling tidak main mobil2annya ditempat tidur.
Tidak mempan.
Sambil berceloteh tak jelas apa bunyinya, cowok kecil itu marah sambil menghentak hentakkan kaki.
Aku yakin marah2, karena nada suaranya tinggi sambil menunjuk2 tembok, menunjuk rambutku atau menunjuk tempat tidur.
Tak terasa air mataku mengalir dimarahi anak sekecil ini.
Aku pura2 tidur sampai akhirnya ketiduran.
Pagi harinya kudapati lengan dan kaki cowok kecil itu memelukku.
Ah Daru, rasanya sudah lama sekali ada yang memeluku seperti ini.
Aku terharu.
Air mataku kembali mengalir disela2 belekku, menatap wajah cowok kecil itu dengan penuh cinta.
Ai lap yu nak.....
HARI SELASA, 5 SEPTEMBER 2017
Dear Diary,
Ini hari ketiga cowok kecil itu menginap dirumahku.
Program penyiksaan seorang nenek oleh cucunya dimulai.
Jam2 penuh ngantuk, tawa dan ciuman2 pun berlanjut selang seling.
“ Jangan keluar ya sayang, Daru gak boleh keluar. Kita gak boleh keluar kena matahari nanti kulit kita meleleh sayang. Kita didalam saja ya?”
Wajah cowok kecil itu merengut, merajuk dan akhirnya menangis tanpa air mata sambil guling2an diteras.
Akhirnya jam 11 siang, cowok kecil itu kumandikan lagi.
Aku kan gak mau cium anak kotor walau aku cinta cucuku sekalipun.
Ketawanya terdengar nyaring, ceria sambil menyiram bajuku dengan segayung air.
Disiramnya lagi bajuku.
Ahh....ini baju dasterku yang ke 3.
Sampai akhir hari cowok kecil itu mandi 4 x dan aku ganti daster 5 x.
Untung nenekmu kayah rayah nak, banyak mempunyai baju daster, kalau tidak bisa2 nenekmu hanya pakai sarung karena kehabisan baju.
Untung juga nenekmu wanita paling sabar sedunia nak....
Ini hari ke empat aku tidak sholat malam lagi.
Aku tertidur pulas sambil berpelukan dengan cowok kecil itu.
HARI RABU, 6 SEPTEMBER 2017
Dear Diary,
Ini hari keempat cowok kecil itu menginap dirumahku.
Aku mulai kelaparan.
Selama ini aku hanya fokus membuat makan cowok kecil itu, tidak masak yang lain.
Walaupun aku tidak doyan baso, daging atau sop, aku tetap buat dengan hanya mengira2 rasanya mengingat aku tidak suka daging.
Untukku biasanya hanya membuat dadar telor, 2 telor sekali makan.
Lama2 sengsara juga rasanya hanya makan dadar telor selama 5 hari berturut2.
Rencana makan diluar batal karena Dini pulang sore, dan aku paling anti mengajak anak kecil keluar di sore hari.
Aku ingat, nenekku bilang sore itu adalah saatnya Candikolo pada metu atau keluar.
Entah siapa Candikolo itu.
Dugaanku sih pasti memedi atau setan2, karena nenekku bercerita sambil bergidik ngeri.
Demi cucu kesayanganku rasanya aku sanggup bertahan makan telor dadar setiap hari.
Biarlah pantatku bisulan...
HARI KAMIS, 7 SEPTEMBER 2017
Dear Diary,
Ini hari kelima cowok kecil itu menginap dirumahku.
Aku akhirnya menyerah kalah.
Hari ini kuajak cowok kecil itu ke mall CCM bersama dengan Dini dan si bungsu.
Pergi ke mall dengan anak hiperaktif seperti cucuku itu menyiksa banget.
Kami makan bergantian, yang tidak makan menjaga cowok kecil itu.
Giliran aku yang jaga, lha kok ndilalah anak itu berlari ketoko mainan Fun and Brick.
Aku kan gak bawa dompet.
Saat aku gendong, karena berat, pelukanku pada tubuhnya terlepas.
Dia langsung guling2an di lantai mall sambil nangis dan teriak “ emak...auuuu....mak....au...”
Suaranya kencang dan nyaring.
Rasanya aku jadi orang paling pelit sedunia, cucunya nangis sampai guling2 kok tetap tidak dibelikan mainan.
Aku benar2 malu ditonton orang satu mall rasanya.
Bagaimana aku mau beli aku kan gak bawa dompet?
Trolly belanjaan dan tas ku semua kutaruh di resto dijaga Dini dan si bungsu yang sedang makan.
Dengan putus asa kupaksa gendong cowok kecil brengsek itu.
Kuputuskan segera pulang, tak perlu kemana2 lagi.
Bagaimana kalau aku ketemu orang yg tadi melihat cucuku guling2an dilantai ?
Mereka pasti akan berbisik2 “ eh itu kan nenek kejam dan pelit banget lho, cucunya minta beliin mainan sampai guling2an nangis gak dibeliin. Amit2 deh kalau aku punya nenek pelit seperti itu.”
Walau cuma dalam pikiranku, tapi gengsiku sudah keburu jatuh didepan toko mainan.
HARI JUMAT, 8 SEPTEMBER 2017
Dear Diary,
Ini hari keenam cowok kecil itu dirumahku.
Baru jam 11 siang cucuku sudah 3 x mandi.
Badannya basah kuyup karena berlari2 kesana kemari.
Bukan cuma badannya yang basah kuyup, badanku juga, rasanya dasterku lengket dengan keringat.
Habis mandi kuajak cucuku dan Dini kesalon Mutiara dekat rumah.
Aku ingin ikatanku dengan cucuku tambah erat, aku ingin potong rambut dengan model yang sama dengan cucuku.
Sayangnya saat rambut ku selesai dipotong, kulihat potongan rambutku seperti rambut preman pensiun, padahal pada cucuku potongan rambutnya fine2 saja.
Gagal sudah gerakan kompak nenek dengan cucu.
Yang ada malah gerakan kompak preman pensiun dengan sang cucu.
Aku kecewa Dear Diary, sangat kecewa saat melihat rambutku...
HARI SABTU, 9 SEPTEMBER 2017
Dear Diary,
Ini hari ketujuh cowok kecil itu ada dirumahku, genap seminggu.
Hari ini dia akan pulang dijemput orang tuanya, sementara aku jam 11 tepat sudah harus berangkat ke bandara karena harus menghadiri pernikahan anak sahabatku, mbak Asih Trijatati di Semarang.
Berat rasanya meninggalkan cowok kecil itu hanya berdua dengan Dini.
Aku gamang.
Ingin kubatalkan kepergianku, sayangnya aku sudah memesan 4 tiket PP jauh2 hari, sayang bila hangus .
Saat kucium, dia malah mengalungkan tangannya dileherku dengan manja.
Saat kutinggal pergi dia menangis menjerit2 ingin ikut.
Sakit rasanya mendengar suara tangisannya menangisi kepergianku.
Dear Diary,
Walau aku pergi, tapi hatiku tertinggal dirumah, menonton Upin dan Ipin didepan TV bersama cowok kecil itu.
Hari2 bersama cowok kecil itu telah menutup lubang menganga dihatiku, lubang sakit hati, benci dan penghinaan.
Tidak mudah memaafkan sebuah kesalahan, aku tidak akan pernah memaafkannya sampai kapanpun.
Aku hanya sayang cucuku.
Sesederhana itu sikapku.
Komentar
Posting Komentar