SAAT SAKIT ITU SAAT AKU LEBAY
Dear Diary,
Sudah seminggu ini aku sakit.
Si bungsu bilang aku sakit karena pak RT meninggal, karena aku punya dosa sama pak RT.
Masak sih ?
Kalau begitu kan aku harusnya ketakutan bukannya sakit kan?
Kubiarkan saja asumsinya, tidak kudebat, lha aku kan lagi lemas.
Dear Diary,
Aku yang biasanya banyak makan, minimal 2 piring saat makan siang, hanya bisa 3 atau 4 suap sudah keburu ingin muntah.
Kutahan2 agar makanan yang sudah susah payah kukunyah tidak terbuang.
Aku coba minum Sprite sebotol besar.
Malah tambah mual, soalnya yang terasa hanya rasa manisnya saja, tidak ada rasa sodanya lagi.
Dulu kalau aku sakit masuk angin aku cukup minum Sprite sampai bertahak...hoeekk...biasanya masuk anginku langsung sembuh.
Dua hari berturut2 Dini kusuruh kerokan sepanjang tubuhku, rasanya hanya jari2 kaki saja yang tidak dikerok, tapi tetap saja masih terasa masuk angin.
Dear Diary,
Selama seminggu aku tidur pakai daster yang matching dengan pakaian dalamku, kuusahakan pakaian dalam yg masih belum melar2 setaplak meja.
Walau akibatnya terasa sesak saat tidur, aku tetap bertahan.
Feelingku aku akan segera meninggal.
Sudah beberapa malam aku mimpi diajak jalan alm.ibu dan bapak, serta mbah dan ayah.
Aku gak mau saat meninggal ditemukan pakai daster bolong2 Dear Diary.
Sebelum tidur aku selalu wanti2 Dini.
" Din..jangan lupa, kalau sholat subuh ibu belum bangun, kamu harus buka kamar ibu. Kunci nya ibu cabut kok jadi kamu gampang bukanya. Kamu bangunkan ibu ya...kalau takut biar mbak Vani yang bangunkan ibu. Soalnya ibu gak mungkin bangun siang."
Pada si bungsu aku juga wanti2.
" Van kalau ibu gak ada, kamu ikuti step2 yg ibu tulis dilemari ya...hubungi nama2 yg ada, sampai terhubung. Ibu juga gak mau ada selamatan setelah ibu meninggal. Cukup anak2 ibu saja bacakan Yasin. Kalau ada yang kasih uang pergunakan buat pembayaran2.
Bilang sama pak ustadz bahwa tolong diurus sampai selesai nanti hitung2an nya setelah pemakaman."
" Apaan sih mam, kayak mau mati aja?!"
" Kayaknya mamam sudah dekat nih Van...keluarga mamam yg sudah meninggal kok pada ajakin mamam pergi."
" Itu karena alam bawah sadar mamam merasa hutang janji sama almarhumah embah, mau ajak berobat ke Penang gak jadi pergi. Pakai sok mau bikin kejutan sih."
" Bukan kok Van. Ini mamam gak bisa makan padahal kan mamam doyan makan."
" Gimana mau nafsu makan lha makanan nya itu2 terus, keburu bosen mam. Makan diluar dong biar ada variasinya."
Semprul banget nih anak.
Memang salahku gak bisa masak?
Aku kan sudah belajar dengan serius, walau selalu saja ada yang terlupa, kalau gak garam pasti gula, selalu saja ketuker antara ketumbar dengan lada, bawang merah dengan bawang putih.
Memangnya salahku kalau aku pelupa Dear Diary ?
" Mamam biasanya kalau rabu makan diluar, jangan bilang sudah bosen juga deh."
" Masak kamu lupa sih Van, bulan ini jatah makan dan nonton sudah habis gara2 air sumur kering dan pompa mati. Dua minggu kita dan anak2 kost mandi pakai aqua apa gak cekek leher itu namanya ?"
" Iya ya..tiap hari 20 galon walau pakai aqua isi ulang terasa banget ya mam. Menurut Vani mamam cuma stres kok, banyak uang keluar, banyak kematian disekitar rumah. Mamam panjang umur kok, kan mamam sendiri sering bilang kalau penjahat matinya belakangan makanya Megawati, wiranto dan Luhut pada panjang umur. Eh tapi katanya Layla itu Megawati lagi sakit lho mam...mamam mau bezuk nanti Vani tanya Layla, dia pasti kenal keluarganya. Mau ya mam ?"
Kupandangi anakku dengan mata kosong.
Tak bisa marah...tak mampu, tak ada tenaga.
Ini anak ngapain sih melucu yang gak lucu disaat aku merasa sedang akan dijemput maut ?
Dear Diary,
Aku ingat dulu minuman You C 1000 suka kuminum kl sedang lemas dan tak bergairah.
Bukan apa2, dulu soalnya bintang iklannya miss Universe jadi yah...berasa cakep saja kl minumannya sama dengan orang cakep menurutku.
Aku coba minum.
Aku lupa kalau aku kurang makanan.
Perutku perih seperih perihnya.
Aku merintih kesakitan, sendirian, sementara si bungsu dikamar atas.
Rasanya aku pingsan Dear Diary.
Aku baru terbangun setelah si bungsu menggoyang2 tubuhku " mam...bangun mam. yuk kita nonton yuk..ada film bagus nih...ada film Tom Cruise lagi telanjang. "
Ah ternyata aku masih hidup.
Gara2 mau lihat Tom Cruise telanjang aku segar lagi.
Dan inilah aku...menulis curhatan tak penting ini, curhatan tentang kematian yang tak kunjung datang.
Aku memang rindu tidur panjang tak bertepi, rindu ibu, bapak, mbah Pon.
Aku rindu masa2 aku digendong bapak dipundaknya, menonton film layar tancap tentang Charlie Chaplin.
Aku rindu masa kecil dulu.
Kelaparan tidak melunturkan cintaku pada bapak.
Selalu bapak yang kurindukan saat malaikat kematian menggapaiku.
Inikah akhir hidupku ?
Komentar
Posting Komentar