SURAT UNTUK ANAKKU DIMANAPUN BERADA

Kemarin saat ibu menerima telpon dari temanmu, hati ibu hancur nak.
Kau, putri kebanggaanku, lulusan fakultas Tehnik Metalurgi universitas terbaik dinegeri ini, harus tersaruk saruk menapaki kehidupan demi cinta.
Tubuhmu, hanya pernah dipukul olehku karena kenakalanmu dulu, kini menjadi sasaran pukulan dan tendangan suamimu.
Tahukah kau, betapa sakit hati ibu nak?
Putri cantik kebanggaanku, yang untukmu selalu kupenuhi dengan kemewahan, kini hanya menjadi ibu rumah tangga, lampiasan kebejatan dan amarah suamimu.

Ibu masih ingat saat kau dan laki2 yang dipanggil Satria itu menghadapku memohon izin menikah.
Ibu menangis berhari hari nak.
Ibu berharap kau tidak salah pilih betapapun naluri ibu memberitahukan calon suamimu bejat dan pemarah.
Mana pernah kau mau mendengar ibu nak?
Untukmu, ibu hanya wanita tua nyinyir yang terlalu mempercayai pertanda alam dan bisikan gaib.
Belum genap sebulan kau melahirkan, Satria mu telah berselingkuh dengan wanita bernama Sherly, tubuhmu penuh lebam kebiruan dan ditinggal pergi begitu saja seperti seonggok sampah.
Mata ibu terlalu buta karena yakin Satria mu tak akan berani memukulmu dihadapanku, dirumahku.
Sudahlah, itu akibat kehendakmu menutupi perbuatan suamimu.

Tahukah kau, Ibu kecewa anakku,
Kau bukanlah putri kebanggaanku lagi.
Kau menipu ibumu habis2an demi menunjang biaya hidupmu dengan suamimu.
Ibu tak keberatan seandainya kau jujur.
Selama ini bukankah ibu selalu membantu kehidupanmu ?
Kenapa harus menutupi kebohongan suamimu nak?
Apakah kita tidak bisa  berbagi layaknya ibu dan anak, seperti dulu?
Kenapa harus berpura2 pada ibu yang melahirkanmu?
Bukankah selama ini kesalahan sebesar apapun yang kau lakukan selalu bisa ibu maafkan?
Cepat atau lambat semua kebohonganmu pasti terkuak.
Ibu baru kemarin tahu kalau Smartcam yang ibu beli susah payah untuk memantau keberadaan anakmu, demi keselamatannya, kau jual seminggu kemudian setelah kubeli.
Motor Vario yang baru dilunasipun kau jual sebulan kemudian.
Betapa banyak barang2 pemberian ibu yang kau jual hanya berselang sebulan setelah kuberi.
Sedahsyat  itukah biaya hidup mewah suamimu?
Masih belum puas, kau tipu pula ibumu demi suami.
Ratusan juta bukan uang yang sedikit buat seorang pensiunan nak.
Tahukah kau, bahwa suami tidak akan selamanya ada untukmu nak.
Bila perkawinan putus, hubungan dengan suami juga tak ada lagi.
Tapi hubungan darah antara ibu dan anak tak akan bisa putus betapapun sakitnya hati ibu.

Kemarin, saat temanmu memberitahukan bahwa sudah 2 kali dalam waktu dekat kau ditendangi dan dipukuli, hati ibu menangis sejadi2nya.
Tapi ibu tak bisa menerimamu kembali selama kau masih menjadi istri laki2 bejat, penggemar anak kecil itu.
Pedhopile tak berduit pilihanmu, petinju yang hanya berani melawan wanita akan tetap menjadi predator buatmu selama kau masih menjadi istrinya.
Kembalilah pada bapakmu nak.
Hanya pada Lilik, bapakmu.
Saat ini hanya dia yang bisa melindungimu.
Bukan ibu.
Ibu tak mau dan tak sanggup lagi.
Ibu tak mau didatangi Satria tak bernyali, melihat wajahnya bahkan walau hanya membayangkan  melihat dia menginjak halaman rumahku.
Kalau ada kisah ibu yang memutus hubungan dengan anak kebanggaannya, mungkin baru kali ini terjadi.
Ibu juga ingin tahu, cukup kuatkah ibu melupakanmu.
Ibu juga manusia anakku,
Ibu juga punya perasaan sedih, sakit hati dibohongi, dikhianati dan kecewa karena mimpi ibu tentangmu ternyata tak akan pernah terwujud.
Hati ibu  bukan terbuat dari batu nak.
Kita jalani saja hidup masing2.
Hadapilah pilihanmu, tapi pintu rumah ibu tertutup buatmu.
Entah sampai kapan.
Mungkin sampai laki2 bejat itu sirna dari hatimu, dari muka bumi ini.
Pesan ibu,
Capailah kebahagiaanmu, lepaskan suami bejatmu.
Hanya kau yang bisa merubah nasibmu sendiri.
Menurut ibu, Cinta diantara kalian tidak ada nak, cuma nafsu sahwat saja.
Cepatlah kau gapai mimpi lamamu, menjadi wanita mandiri, sebelum ijazah bergengsimu tak laku dijual, sebelum otakmu berkarat karena pukulan2 suami bejatmu.
Tahukah kau, ibu bahkan ingin menjual rumah idaman ini karena ingin melupakan masa lalu, karena ingin menghapus kenangan,bahwa pernah ada bayi mungil cantik yang lahir dari rahimku  29 juni 1991 yang lalu.

Lupakan ibu, jangan harap pertolongan dari ibu.
Seandainyapun bisa, ibu tak ingin menolongmu.
Ibu hanya bisa berdoa untukmu, untuk anakmu.
Doa yang sama setiap malam, agar kau dan anakmu selalu dilindungi dari  orang2 yang berniat jahat, orang jahat dan dzolim, agar kau diberi kemudahan dalam kehidupan dan kebahagiaan.
Kalau saat ini kau masih dipukuli dan tidak bahagia, ini saatnya kau bangkit.

Ibu tahu, ibu bisa saja bersikap keras dan memutuskan hubunganmu, baik melalui jalan halus atau kasar, tapi itu tak akan pernah ibu lakukan.
Ibu tak ingin kau menjadi stres dan gila meratapi nasibmu.
Seandainya kau ingin lepas dari laki2  bejat itu,maka itu harus murni keputusanmu.
Sadarlah nak, suamimu tak akan pernah  berubah.
Selingkuh, dan penuh amarah itu adalah sifat nak.
Selalu addict, selalu kecanduan untuk mengulangi dan mengulangi lagi.
Ibu kenal baik dengan keduanya ; selingkuh dan amarah.
Bangkitlah anakku.
Buktikan kalau kau mampu meraih mimpi lamamu dan menghapus laki2 bejat itu dari hatimu.
Sudah saatnya kau meraih kebahagiaan nak, bukan cuma pura2 bahagia.

Anakku, bila ibu tulis surat terbuka untukmu ini karena ibu tak tahu lagi cara menghubungimu.
Ibu tak peduli pendapat orang2 sok bijak yang bilang bahwa menulis di media sosial ini adalah tak etis dan mengumbar kejelekan orang.
Kalau ini tak etis, maka dialah yang tak etis dan mencampuri urusan ibu.
Mereka tak tahu, bahwa ini satu2nya cara ibu menghubungimu nak.
Mereka tak pernah tahu.
Bangkitlah nak.
Raih kebahagiaan itu, demi masa depanmu, demi anakmu.
Ibu akan selalu memanjatkan doa untuk keselamatan dan kebahagiaanmu.
Doa ibu selalu ada untukmu dimanapun kau berada.

Dari ibumu, yang dulu selalu menyayangimu.

Komentar

Postingan Populer