KARENA AKU MATA DUITAN


Dear Diary,
Sabtu, 11 april 2015 pukul 19.14 kuterima telpon dari mantan teman SMA ku.
Rupanya krn statusku di FB dia menduga aku sedang kesepian.
Dia bilang " Rit, pasti kamu lagi kesepian ya? Aku boleh datang?"
Aku bilang"hah? datang? ngapain? Siapa bilang kesepian? Ini lagi karaokean dikamar kok."
Aku sudah mulai merasa aneh.
"Aku kesepian Rit. Kebetulan aku duda. Kalau kamu kesepian gimana kalau kita married saja Rit? Biar aku temanin Rita. Aku tinggalin rumahku, biar aku tinggal dirumah Rita, lebih praktis."
Aku langsung tersedak minuman mendengarnya.
Agak geli sambil terkekeh2 aku tanya "Eh ini serius say? Kamu lagi ngerayu apa ngelamar?" Jawabnya "jangan ketawa dong Rit. Ini lagi ngajukan lamaran. Kalau Rita setuju besok pagi aku urus surat2nya."
Sebagai orang yg pemarah, darahku rasanya naik ke ubun2, dan tandukku mencuat keluar. Saking marahnya aku tidak bisa langsung jawab.
Kediamanku krn marah malah disangka krn aku malu."gak usah dijawab sekarang kalau malu Rit. Kl diam berarti jawabannya iya. Besok pagi aku datang Rit."
Waduh.
Ingin kulempar HP ini kemukanya, sayang cuma tembok yg kuhadapi.
Dengan kalimat satu satu, pelan pelan ku bilang "say, aku kaget dan pengen marah bukannya setuju. Kamu ngomong itu pakai otak atau pakai dengkul sih? Memangnya segampang itu orang rumah tangga? asal sama2 kesepian bisa kawin? Seandainya aku mau kawin lagi yg jelas orangnya bukan kamu. Kalau mau  knapa gak dulu aja aku naksir kamu saat masih segar? Tolong  hargai aku say. Memangnya aku kamu pikir cewek apa? Kalau ngomong lain kali pikir2 dulu pakai otak. Tindakan kamu ini merusak hubungan pertemanan kita. Tolong jangan pernah nelpon aku lagi !" 
Kututup telponku dan kulempar ke tempat tidur.
Amarah yg menumpuk, rasa terhina dan sedih krn dianggap gampangan membuat bendungan air mataku jebol.
Apakah diantara statusku ada kata terucap ttg  kesepian dan ingin kawin ?
Knapa ada laki2 yg menganggapku sehina itu? Aku menangis sejadi jadinya.
Tanpa pernah bertemu setelah 35 tahun seenaknya saja bersikap.
Dulu saat SMA saja aku tak pernah tertarik sikap jago nyontek, tubuh kerempeng dan gayamya yang melambay, apalagi sekarang. Apa tadi dia bilang?
Mau pindah kerumahku?
Mau dompleng?
Ya Tuhan cukup sudah aku dihina laki2 seperti ini.
Aku beruntung punya sikap materialistis. Sikap inilah yg menyelamatkan aku dari rayuan2 gombal laki2 yg ingin gratisan dan mendompleng kehidupanku.
Orang bodoh juga tahu, mana ada laki2 yg mau dengan wanita seusiaku selain ingin gratisan?
Karena kecantikannya? Agamanya? Sikapnya? Semua itu adalah  yg tidak ada didiriku.
Sikap materialistis ini ternyata bisa menjadi barometerku, penghalang antara akal sehat dan diawang awang.
Setiap kali kudengar teman2ku digerogoti suami  mudanya setiap kali pula aku bersyukur " syukurlah, aku  tidak akan pernah  mengalami seperti itu, karena aku matre". Siang ini, saat kutulis pengalamanku,  mudah2an jadi pelajaran buat kaum laki2. Berpikirlah sebelum bertindak, syukur2 bercermin. Buat wanita tidak mudah untuk melangkah ke pernikahan, ke cinta yg baru. Tidak cukup sekedar sms "kamu masih cantik, sejak dulu aku kagum, bla bla bla.." wanita butuh lainnya pula, kepandaian, penampilan dan materi.
Sia sia rayuan yg terucap kalau tidak dibarengi ketiganya.
Hidup mapan tanpa harus urus suami, mikir menu harian, mikir pakai baju apa hari ini, itu adalah surga bagiku.
Waktu yg tersisa tinggal buat beribadah menebus dosa masa muda.
Ngapain juga aku harus susah2? Kecuali...yah kecuali..pokoknya aku cewek matre, titik.  Selesai.

Komentar

Postingan Populer